Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIM) Magetan terus berupaya meningkatkan mutu lulusan, khususnya di bidang penguasaan bacaan Al-Qur’an. Untuk itu, STAIM menjalin kerja sama dengan UMMI Magetan dalam melaksanakan perkuliahan membaca Al-Qur’an menggunakan Metode UMMI.
Kerja sama ini bertujuan membekali mahasiswa, khususnya calon guru, dengan kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik, benar, dan tartil. Dengan demikian, mereka tidak hanya siap menjadi pendidik profesional, tetapi juga menjadi teladan dalam aspek spiritual keislaman.

Metode UMMI dikenal sebagai salah satu pendekatan pembelajaran membaca Al-Qur’an yang sistematis, menyenangkan, dan mudah dipahami. Dalam kerja sama ini, mahasiswa STAIM akan mendapatkan perkuliahan intensif, didampingi langsung oleh instruktur bersertifikat dari UMMI Magetan. Harapannya, seluruh mahasiswa mampu: Membaca Al-Qur’an dengan fasih sesuai kaidah tajwid, Menguasai teknik pengajaran Al-Qur’an yang aplikatif, dan Membangun karakter guru yang Qur’ani.
“Masyaallah sangat luar biasa, karena jarang sekali kampus memperhatikan mahasiswanya untuk disiapkan menjadi guru-guru Al-Qur’an yang berkualitas. Dengan kerjasama ini harapanya, mahasiswa selain memiliki keahlian di bidang masing-masing juga memiliki keahlian bisa menjadi guru Al-Qur’an bersertifikasi.” ungkap Khoirudin selaku Ketua UMMI Kabupaten Magetan.
Ketua STAIM Magetan Muhammad Luthvi Al Hasyimi menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan calon guru berkualitas.
“Guru tidak hanya dituntut cerdas dalam akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak dan bacaan Al-Qur’an. Metode UMMI adalah ikhtiar nyata untuk mewujudkan hal itu di STAIM,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, diharapkan mahasiswa STAIM Magetan akan tumbuh menjadi guru yang profesional, berkarakter Islami, dan mampu membawa semangat Al-Qur’an ke ruang-ruang kelas.