Magetan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Ma’arif Magetan Kelompok 04 menggelar kegiatan Sosialisasi Stop Bullying di SDN Banjar Panjang 2, Kamis, (05/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, berlandaskan nilai-nilai akhlak dan berkarakter Islami.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala SDN Banjar Panjang 2, Fitri Dwi Mahargyani, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembinaan karakter siswa. “Terima kasih kepada mahasiswa KKN STAI Ma’arif Magetan. Kegiatan sosialisasi stop bullying ini sangat penting bagi anak-anak. Harapannya, sekolah benar-benar menjadi lingkungan yang aman dan tidak ada lagi tindakan bullying,” ujarnya.

Untuk menciptakan suasana yang lebih akrab dan menyenangkan, mahasiswa KKN terlebih dahulu memandu sesi ice breaking. Kegiatan ini membuat siswa lebih rileks dan antusias sebelum memasuki materi inti.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Hanna Syahida Alawi, mahasiswa STAI Ma’arif Magetan, dengan pendekatan komunikatif dan bahasa yang mudah dipahami siswa sekolah dasar. Selain menjelaskan pengertian serta bentuk-bentuk bullying, pemateri juga menanamkan nilai-nilai keislaman, seperti pentingnya menjaga lisan dan perbuatan, saling menyayangi, serta menjauhi perilaku menyakiti sesama sebagai wujud akhlakul karimah.
Pemateri menegaskan bahwa perilaku bullying tidak hanya berdampak negatif secara sosial dan psikologis, tetapi juga bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan kasih sayang, keadilan, dan saling menghormati antar sesama.

Sebagai penguatan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi melalui role play dan diskusi kelompok. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menganalisis studi kasus yang menggambarkan situasi sehari-hari di lingkungan sekolah. Setiap kelompok didampingi mahasiswa KKN yang membantu proses diskusi dan penarikan kesimpulan.
Beberapa siswa juga diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman nyata yang pernah mereka alami atau saksikan. Setiap kasus kemudian dibahas bersama dan diberikan solusi berdasarkan nilai-nilai keislaman dan materi sosialisasi.
Menanggapi jalannya kegiatan, Hanna Syahida Alawi menyampaikan bahwa siswa menunjukkan respons yang sangat positif. “Antusiasme anak-anak sangat baik. Mereka mampu mengelompokkan kasus, menyebutkan contoh bullying, serta menjelaskan cara menyikapi permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengenali perilaku bullying sejak dini, berani bersikap, serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Mahasiswa KKN STAI Ma’arif Magetan berharap sosialisasi stop bullying berbasis nilai keislaman ini dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam membentuk lingkungan sekolah yang aman, religius, dan berkarakter.