Hidupkan TPQ yang Vakum, KKNP STAIM Magetan Siapkan Kader Guru Lokal di Dusun Titang

Reaktifasi TPQ Mahasiswa STAIM Magetan

Hidupkan TPQ yang Vakum, KKNP STAIM Magetan Siapkan Kader Guru Lokal di Dusun Titang

Magetan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Partisipatoris (KKNP) STAIM Magetan Kelompok 6 mengaktifkan kembali Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Subulussalam yang sempat vakum di Dusun Titang, Desa Baleasri, sejak hari rabu (7/1/2026). Program ini tidak hanya menghidupkan kembali kegiatan belajar mengaji bagi anak-anak, tetapi juga menyiapkan kader guru TPQ dari kalangan masyarakat sebagai upaya keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an.

TPQ Subulussalam sebelumnya tidak aktif akibat keterbatasan tenaga pengajar. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKNP Kelompok 6 berinisiatif melakukan reaktivasi TPQ melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan warga setempat. Program ini dirancang agar kegiatan mengaji tidak berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Kegiatan belajar mengaji dilaksanakan secara rutin setiap sore, Senin hingga Jumat, dengan sasaran utama anak-anak Dusun Titang. Kehadiran kembali TPQ ini disambut antusias oleh masyarakat karena memberikan ruang pembinaan keagamaan yang terjadwal dan berkelanjutan bagi anak-anak.

reaktivasi TPQ KKNP STAIM Magetan
Anak-anak mengikuti kegiatan belajar mengaji sore hari di TPQ Subulussalam, Dusun Titang, Desa Baleasri, sebagai bagian dari program Mahasiswa KKNP STAIM Magetan Kelompok 6 reaktifasi TPQ yang sebelumnya vakum. (07-01-2026) (Foto: Tian Randika Sulung Wahyudianto)

Selain mengajar santri, mahasiswa KKNP juga melaksanakan kaderisasi dan pembinaan guru TPQ dari kalangan ibu-ibu setempat. Pembinaan dilakukan menggunakan metode Ummi, yang menekankan ketepatan makharijul huruf, tajwid, serta pembiasaan bacaan Al-Qur’an secara tartil. Para ibu dipersiapkan menjadi pengajar TPQ agar kegiatan dapat terus berjalan secara mandiri.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKNP STAIM Magetan, Dr. Fitri Yuni Hariyani, M.Pd., mengapresiasi program tersebut.
“ Mengaktifkan kembali TPQ yang sempat vakum sekaligus membina guru dari masyarakat sendiri merupakan langkah strategis dan berdampak jangka panjang. Program ini mencerminkan pengabdian mahasiswa yang partisipatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Antusiasme warga juga terlihat dari tingginya partisipasi anak-anak serta dukungan penuh para orang tua. Salah satu tokoh masyarakat Dusun Titang, Bu Siti, menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya TPQ ini. Anak-anak kini memiliki tempat belajar Al-Qur’an yang jelas, dan kami juga sudah disiapkan guru dari warga sendiri,” tuturnya.

reaktivasi TPQ KKNP STAIM Magetan
Kaderisasi dan pembinaan guru TPQ dari kalangan ibu-ibu menggunakan metode Ummi guna mendukung keberlanjutan TPQ Subulussalam. Dusun Titang, Desa Baleasri. (Foto: Tian Randika Sulung Wahyudianto)

Dengan diaktifkannya kembali TPQ Subulussalam, masyarakat berharap pembinaan keagamaan anak-anak di Dusun Titang dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan. Mahasiswa KKNP Kelompok 6 berharap kader guru yang telah dibina mampu melanjutkan estafet pengajaran serta menjadi penggerak pendidikan Al-Qur’an di lingkungan setempat.

Sebagai penutup, mahasiswa KKNP menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Dusun Titang atas dukungan yang diberikan. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi penguatan pendidikan keagamaan di Desa Baleasri.

Print
WhatsApp
Facebook
Email

Leave Your Comment

Kabar Terbaru

Mahasiswa KKNP STAIM Magetan Hidupkan Tradisi Safari Ramadhan di SD dan TPA Desa Selotinatah

Mahasiswa KKNP STAIM Magetan Semarakkan Ramadhan Lewat Pawai Obor di Ponpes Al-Mujahidin

Mahasiswa KKNP STAIM Magetan Gelar Lomba TPQ Inklusif di Desa Sumberdukun

Pengumuman

Info Agenda