Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Partisipatoris (KKNP) STAIM Magetan kelompok 07 menggelar pelatihan pemulasaran jenazah bagi jamaah ibu-ibu yasinan pada Ahad, 15 Februari 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman sekaligus menyiapkan kader baru yang mampu membantu proses pemulasaran jenazah, khususnya petugas perempuan yang jumlahnya masih terbatas di lingkungan masyarakat.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Carik desa, Bambang Subandono, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah membantu terselenggaranya pelatihan ini. Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi sarana kaderisasi, terutama untuk petugas pemulasaran jenazah putri yang saat ini masih sangat minim,” ujar Bambang Subandono.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yang berpengalaman di bidang pemulasaran jenazah. Materi pertama disampaikan oleh Pak Modin yang menjelaskan tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat Islam beserta dasar hukumnya. Ia memaparkan tahapan mulai dari niat, proses memandikan, mengkafani, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan agar proses pemulasaran berlangsung sesuai tuntunan agama.
“Pemulasaran jenazah merupakan fardhu kifayah. Artinya harus ada yang mampu dan siap melaksanakannya. Karena itu kaderisasi sangat penting agar masyarakat tidak kesulitan ketika menghadapi kondisi tersebut,” jelasnya saat menyampaikan materi.
Sesi kedua dilanjutkan dengan praktik pemulasaran yang dipandu oleh Ibu Widyati. Para peserta diberi kesempatan untuk melihat langsung tahapan pemulasaran, kemudian mencoba mempraktikkannya secara bergantian.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias. Para peserta tampak tidak ragu mengajukan pertanyaan serta maju untuk mempraktikkan materi yang telah dijelaskan oleh pemateri.

Mahasiswa KKN sebagai penyelenggara berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat melahirkan kader-kader baru yang siap membantu masyarakat ketika dibutuhkan. Melalui kegiatan ini, pengabdian mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.