Magetan – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian STAIM Ma’arif Magetan sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pertama (Diklatama) dengan tema “الْمُحَافَظَةُ عَلٰى الْقَادِمِ الصَّالِح وَلْاَخْذُ بِالْجَدِيْدِ الْاَصْلَاح” yang bermakna “Menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.”
Acara yang digelar di Masjid STAI Ma’arif Magetan pada Minggu, 2 November 2025 ini dihadiri oleh Ketua STAIM Magetan, Puket III bidang Kemahasiswaan, pembina UKM Kesenian, pengurus BEM, ketua UKM se-STAIM Magetan, serta 60 peserta Diklatama yang merupakan calon anggota baru UKM Kesenian.
Kegiatan berlangsung penuh semangat dengan suasana kekeluargaan khas kampus berbasis pesantren. Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Puket III STAIM Magetan, yang menekankan pentingnya UKM Kesenian sebagai wadah mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas secara islami dan bertanggung jawab.
“Kesenian adalah salah satu cara mahasiswa mengekspresikan potensi diri. Namun, yang terpenting adalah bagaimana setiap karya lahir dari niat baik dan sejalan dengan nilai-nilai Islam. UKM Kesenian harus menjadi teladan dalam menebarkan dakwah melalui seni,” ujar Samuji, M.A dalam sambutannya.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan penyampaian materi oleh Ketua STAIM Magetan: Muhammad Luthvi Al Hasyimi, M.Pd. yang membawakan tema “Aneka Kesenian dari Sudut Pandang Islam.” Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa Islam tidak menutup ruang bagi seni, tetapi memberikan batas yang jelas agar seni tetap bernilai ibadah dan tidak bertentangan dengan syariat.
“Islam tidak menutup total kreativitas pemeluknya untuk menyalurkan minat dan bakat dalam bidang kesenian. Meski demikian, Islam juga tidak membuka lebar-lebar hingga apapun atas nama seni jadi diperbolehkan,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak seluruh anggota UKM Kesenian untuk melestarikan kesenian yang selaras dengan nilai-nilai Islam, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
“Sebagai akademisi dan seniman muslim, kita harus menjadi pelopor kesenian yang bernilai dakwah. Tugas kita bukan hanya berkarya, tapi juga mengedukasi masyarakat agar meninggalkan bentuk kesenian yang bertentangan dengan syariat,” tambahnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang berlangsung hangat. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan berbagai pertanyaan seputar praktik seni islami di era modern.

Menutup kegiatan, Ketua STAIM Magetan menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini.
“Terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang mensupport kegiatan ini. Semoga menjadi langkah awal yang barokah bagi kader UKM Kesenian STAIM Magetan,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UKM Kesenian STAIM Magetan diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang kreatif, berjiwa seni, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dalam setiap langkah dan karya mereka.
Alhamdulillah acara DIKLATAMA UKM kesenian berjalan dengan lancar
masyaallah. sukses selalu untuk semuanya🤍