130 Mahasiswa STAIM Magetan Ikuti Microteaching, Simulasi Jadi Guru Dimulai

130 Mahasiswa STAIM Magetan Ikuti Microteaching, Simulasi Jadi Guru Dimulai

Sebanyak 130 mahasiswa Fakultas Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIM) Magetan mengikuti kegiatan Microteaching yang digelar mulai Senin, 4 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses akademik dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pendidik profesional yang kompeten secara pedagogik dan berakhlak Islami.

Kegiatan microteaching ini diikuti oleh mahasiswa dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Seluruh peserta dibagi dalam 12 kelompok dan akan menjalani sesi praktik mengajar secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

STAIM Magetan menerapkan sistem pelaksanaan microteaching yang cukup unik dan interaktif. Setiap hari, satu kelompok tampil sebagai “pengajar”, sementara dua kelompok lain akan berperan sebagai “peserta didik”. Rotasi peran ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih nyata, mendekati kondisi kelas sungguhan.

Dalam setiap sesi, mahasiswa tidak hanya dinilai dari kemampuan menyampaikan materi, namun juga dari keterampilan membuka pelajaran, penggunaan media pembelajaran, penguasaan kelas, serta pengelolaan waktu dan interaksi. Setiap kelompok yang tampil akan dinilai langsung oleh dua orang supervisor atau dosen penguji yang berasal dari Fakultas Tarbiyah. Penilaian dilakukan secara objektif dan menyeluruh, sehingga mahasiswa bisa mendapatkan umpan balik secara langsung atas performa mereka.

“Microteaching adalah wadah untuk bereksperimen dengan berbagai metode, media, dan model pembelajaran yang relevan, jangan takut mencoba hal baru dan temukan gaya mengajar yang paling efektif dengan pembelajaran abad 21 (Berpikir kritis, kreatifitas , komunikasi, kolaboratif).” ujar Hernik Khoirun Nisak, M.MPd. selaku Puket 1 Bidang Akademik STAIM Magetan.

Menariknya, kegiatan ini bersifat menentukan. Artinya, mahasiswa bisa dinyatakan lulus atau belum lulus dari tahap ini. Namun, bagi yang belum memenuhi standar, akan diberikan satu kesempatan remidial untuk memperbaiki performa mereka, namun jika masih belum lulus maka dengan terpaksa harus mengikuti microteaching pada tahun akademik berikutnya.

Bagi banyak mahasiswa, microteaching menjadi pengalaman emosional tersendiri. Mereka harus berdiri sebagai “guru sungguhan” di hadapan teman-temannya, sembari dinilai langsung oleh dosen penguji.

“Sebelum tampil deg-degan tenan pak, bahkan sampai nggak bisa tidur tadi malam. Tapi tetap berusaha tampil yang terbaik dan harapanya tidak perlu mengikuti Remidi” ungkap peserta microteaching kelompok 1.

STAIM Magetan terus berkomitmen mencetak calon guru yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap secara mental, spiritual, dan sosial untuk menghadapi dunia pendidikan sesungguhnya. Microteaching ini menjadi salah satu bentuk nyata keseriusan tersebut. Dengan pelaksanaan yang terstruktur, evaluasi langsung, serta sistem interaktif antarmahasiswa, kegiatan ini bukan hanya tentang lulus atau tidak, tetapi tentang bagaimana menjadi guru sejati yang siap mengabdi dengan ilmu dan hati.

Print
WhatsApp
Facebook
Email

Leave Your Comment

Kabar Terbaru

Mahasiswa KKNP STAIM Magetan Hidupkan Tradisi Safari Ramadhan di SD dan TPA Desa Selotinatah

Mahasiswa KKNP STAIM Magetan Semarakkan Ramadhan Lewat Pawai Obor di Ponpes Al-Mujahidin

Mahasiswa KKNP STAIM Magetan Gelar Lomba TPQ Inklusif di Desa Sumberdukun

Pengumuman

Info Agenda