Dalam rangka menyambut pelaksanaan kegiatan Microteaching bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIM) Magetan melakukan pembenahan pada Laboratorium Microteaching yang menjadi sarana utama praktik mengajar calon guru.
Kegiatan microteaching dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin, 4 s.d 9 Agustus 2025, dan akan diikuti 130 mahasiswa dari tiga program studi di bawah naungan Fakultas Tarbiyah, yaitu: Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Laboratorium microteaching menjadi ruang penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi pedagogik mahasiswa, khususnya sebagai persiapan memasuki dunia praktik lapangan. Renovasi dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih representatif, nyaman, dan mendekati suasana kelas nyata — sebagai upaya agar mahasiswa benar-benar siap menjadi pendidik yang profesional.
“Laboratorium ini adalah tempat mahasiswa kami belajar bagaimana menjadi pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tapi juga memiliki seni mengajar. Pembenahan ini adalah komitmen kami agar proses itu berjalan lebih optimal,” ujar Muhammad Luthvi Al Hasyimi selaku Ketua STAIM Magetan.
Selain perbaikan infrastruktur ruang, laboratorium juga dibekali perlengkapan pendukung seperti meja pengajar, papan tulis interaktif, kamera untuk evaluasi rekaman, lcd, serta tata ruang yang memungkinkan simulasi pembelajaran berlangsung secara maksimal.

Para mahasiswa menyambut baik persiapan ini dan mengaku semakin antusias untuk mengikuti microteaching tahun ini. Kegiatan tersebut menjadi tahap penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke lapangan dalam kegiatan PPL di sekolah mitra.
“Dengan lab baru yang lebih nyaman, kami jadi lebih percaya diri untuk tampil. Seperti guru sungguhan,” ungkap salah satu mahasiswa peserta microteaching.
STAIM Magetan melalui Fakultas Tarbiyah terus berkomitmen menghadirkan lulusan yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga kompeten dalam mengajar, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam praktik pendidikannya. Renovasi ini menjadi langkah kecil yang berarti menuju kampus yang lebih siap, aktif, dan berorientasi pada mutu lulusan.