Pendem, Magetan – Kawasan wisata Embung Pendem yang sempat mengalami penurunan aktivitas kembali bergeliat setelah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Partisipatoris (KKN-P) STAI Ma’arif Magetan Kelompok 05 Desa Pendem menginisiasi penyelenggaraan Bazar UMKM Produk Desa, Minggu (08/02/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret mahasiswa dalam mendorong revitalisasi wisata desa sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
Inisiatif bazar berangkat dari keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi Embung Pendem yang sebelumnya merupakan salah satu destinasi unggulan desa, namun perlahan sepi pengunjung. Dampaknya, sejumlah wahana wisata seperti kapal kano tidak lagi beroperasi secara optimal. Melihat potensi besar yang masih dimiliki, mahasiswa KKN-P berkolaborasi dengan pemerintah desa dan lembaga desa untuk menghadirkan kegiatan terpadu yang mampu menarik kembali minat masyarakat.

Bazar UMKM dirancang sebagai ruang promosi produk-produk lokal sekaligus pengungkit daya tarik wisata. Sejumlah pelaku UMKM Desa Pendem turut ambil bagian dengan membuka stan di area embung. Selama kegiatan berlangsung, wahana kapal kano kembali dioperasikan dan mendapat respons positif dari pengunjung. Kehadiran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang turut menjajal wahana tersebut menjadi simbol dukungan terhadap upaya kebangkitan wisata desa.
“Kegiatan ini kami rancang sebagai langkah awal menghidupkan kembali Embung Pendem, sekaligus memberi ruang promosi nyata bagi pelaku usaha desa,” ujar perwakilan mahasiswa KKN-P STAI Ma’arif Magetan Kelompok 05.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai unsur desa, mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hingga Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), yang berperan dalam mendukung aspek teknis dan pengelolaan lokasi. Selain itu, mahasiswa juga berhasil membangun jejaring kemitraan dengan sejumlah pihak sebagai sponsor pendukung kegiatan, antara lain Dancell, Telkomsel, Bank Ekadharma, Magetan Banget, Magetan Viral, dan Dolan Magetan, terutama dalam aspek sarana, publikasi, dan kelancaran acara.

Untuk memperluas daya tarik pengunjung, panitia menyusun rangkaian kegiatan pendukung yang variatif. Acara diawali dengan senam bersama yang diikuti ratusan peserta dari berbagai desa di Kecamatan Ngariboyo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan play date dan lomba mewarnai bagi anak-anak Desa Pendem, pemancingan umum, serta hiburan musik live dari grup musik Vadela yang menciptakan suasana meriah di kawasan embung.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat Desa Pendem serta Camat Ngariboyo yang secara langsung mengunjungi stan-stan UMKM dan berinteraksi dengan pelaku usaha. Kehadiran unsur pemerintah tersebut menunjukkan dukungan dan apresiasi kepada mahasiswa terhadap peran aktif dalam mendorong pengembangan ekonomi desa dan penguatan wisata berbasis potensi lokal.

Dampak positif kegiatan dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelaku UMKM memperoleh ruang promosi dan peningkatan penjualan, sementara ramainya pengunjung menjadi indikator bahwa Embung Pendem masih memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Bagi mahasiswa KKN-P STAI Ma’arif Magetan Kelompok 05, kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran kontekstual dalam perencanaan program, pengelolaan kegiatan berbasis potensi desa, serta penguatan kolaborasi dengan masyarakat dan lembaga desa.
Secara keseluruhan, Bazar UMKM Produk Desa di Embung Pendem menjadi wujud sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya menghidupkan kembali wisata desa. Inisiatif ini diharapkan menjadi pemantik bagi program lanjutan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi dan pengembangan wisata Desa Pendem secara berkelanjutan.